Friday, August 24, 2012

Kisah Nyata Kristen dan Kesaksian Kristen

Kisah Nyata Kristen dan Kesaksian Kristen


Bersaksi bersama AIDS

Posted: 20 Aug 2012 12:14 AM PDT

Bertumbuh merupakan proses yang berat bagi Herb Hall. Dia sering mengalami sakit sejak kecilnya. Pergaulannya dengan anak-anak seusianya dibatasai oleh orang tuanya yang merupakan Kristen yang taat. Akhirnya Herb Hall bertumbuh menjadi anak yang lemah dan banyak menerima penolakan. Tetapi seiring dengan bertumbuhnya Herb, mendapat penerimaan dari pria menjadi obsesinya.

Jika saya melihat kembali kehidupan saya, semua itu dimulai akibat luka dan penolakan yang saya alami selama bertahun-tahun. Itu betul-betul mempengaruhi hidup saya. Saya merasa nyaman bersama laki-laki karena saya merasa diterima oleh mereka. Saya dapat berteman dengan mereka. Laki-laki tidak pernah mentertawakan saya dan mereka tidak pernah mempermalukan saya. Mereka tidak pernah menolak saya seperti kaum wanita biasa memperlakukan saya. Hingga akhirnya saya melakukan kesalahan karena hubungan saya dengan sesama pria di usia saya yang ke 21 tahun.

Bertahun-tahun saya hidup dengan perasaan bersalah dan berkali-kali saya berpikir untuk mengakhiri hidup saya. Satu waktu saya pernah menelan satu botol pil sekaligus, saya sudah ingin mati. Namun keinginan ini gagal. Ibu saya menerima telepon yang ternyata untuk saya, dia kemudian masuk ke kamar, menemukan saya tidak sadarkan diri. Ia membaca surat yang saya tulis dan melihat botol pil yang kosong. Ibu saya menelepon paramedis dan nyawa saya diselamatkan.

Pada saat di rumah sakit, Herb menerima kunjungan dari pendeta gembala gerejanya. Itu merupakan pertemuan dramatis yang merubah hidupnya.

Pendeta saya mengatakan bahwa dia mungkin tidak tahu masalah yang menimpa saya, dia tidak tahu apa yang membuat saya kecewa. Pendeta saya mengakui bahwa dia tidak dapat mengetahui cobaan apa yang sedang saya hadapi. Namun dalam semuanya dia menekankan bahwa ada pribadi yang mengasihi dan sanggup memelihara hidup saya dari berbagai masalah, dialah Kristus Yesus. Akhirnya saya menceritakan semua masalah beban masa lalu yang saya derita pada pendeta saya tersebut.

Saya merasakan suatu kelegaan dan kelepasan yang luar biasa setelah menceritakan semua hal itu. Saya terkejut karena pendeta gembala itu tidak pernah menolak saya. Setelah peristiwa ini saya mengambil keputusan untuk melakukan pemulihan. Selama tiga tahun saya harus melewati pemulihan ini dengan doa, konseling dan penuh perjuangan. Tadinya saya pikir hanya dengan semalam saya bisa melewati hal ini namun ternyata saya menghadapi semuanya dengan perjuanagn yang berat. Dan setelah tiga tahun saya merasakan Tuhan telah benar-benar menyembuhkan saya.

Setelah beberapa tahun kemudian Herb bertemu dan jatuh cinta dengan seorang wanita dari gerejanya. Pada waktu ia hendak menikahinya, Herb memutuskan untuk memeriksakan dirinya agar dia yakin bahwa dia telah bebas dari virus HIV.

Pada waktu saya akan memeriksakan diri, saya berkata dalam hati bahwa ini hanyalah tindakan untuk berjaga-jaga. Saya yakin sebagai orang Kristen maka saya tidak akan terkena virus HIV atau AIDS. Saya percaya hasil yang didapatkan adalah negatif. Namun saat suster datang dan memberitakan kabar yang menyedihkan bahwa hasil pemeriksaan menunjukkan hasil positif. Saya sempat menolak dan meminta untuk test ulang, namun perawat ini mengatakan bahwa test yang dilakukan merupakan test terbaik. Saya divonis terkena virus HIV+ dan harus kehilangan impian untuk menikahi gadis yang saya kasihi.

Hari itu saya pulang dengan putus asa, saya keluar dari mobil dan menemui ibu saya, saya menangis. Saya juga harus menceritakan pada calon pengantin saya bahwa saya terinfeksi HIV, tidak bisa menikah dan tidak bisa punya anak. Kami berdua menangis namun dia mengatakan apapun yang terjadi dia akan tetap menjadi sahabat saya dan bersedia mendukung saya. Setelah 4 tahun berlalu ternyata dia tetap ada didekat saya. Kami masih sering bersama, makan malam bersama, dia mengasihi saya walau kami tidak dapat menikah.

Waktu terus berlalu, walau Herb telah memberikan hatinya bagi Tuhan Yesus, tekanan hidup yang dia alami semakin berat sehingga ia memutuskan untuk mengakhiri hidupnya

Saat itu saya sepertinya tidak kuat lagi dengan semua beban yang ada. Saya mau menaruh pistol di kepala dan menembak otak saya. Saya tidak mau orang mengenali identitas saya dan mereka menelpon polisi, jadi saya mengendarai mobil dan saya memasuki jalan tol. Namun saat saya mengendarai mobil di jalan tol tersebut, Tuhan berbicara kepada saya seperti yang tidak pernah dilakukanNya. “Herb kapan kamu mau percaya bahwa Aku akan memakai hidupmu?”, “Kapan kamu percaya bahwa Aku sudah mengampuni dosamu?”, “Kapan kamu mau memberikan 100 persen hidupmu bagiKu?” demikian tanya Tuhan.

Suara Tuhan menyadarkan Herb. Setelah Herb mendengar Tuhan berbicara kepadanya, dia kemudian menghubungi adiknya. Herb katakan padanya bahwa dia akan memeriksakan diri pada dokter. Itu merupakan waktu yang menentukan bagi Herb dan ia menyerahkan hidupnya sepenuhnya pada Tuhan. Hasil test yang dilakukan dokter sungguh mengejutkan Herb, kekebalan tubuh Herb telah sangat menurun dan dokter mengatakan bahwa umur hidup Herb tidak akan lama lagi. Herb akan segera meninggal.

Namun hari ini Herb bagaikan “mujizat berjalan”. Telah 11 tahun berlalu sejak ia terkena AIDS dan vonis dokter diberikan, Herb masih hidup.

Saya melihat setiap hari sebagai bentuk kasih karunia Tuhan yang besar bagi saya. Perubahan yang terbesar ialah ketika saya mulai menyadari bahwa bila saya mati dalam waktu satu tahun seperti yang pernah dokter katakan maka saya akan ada bersama Tuhan. Namun bila saya diijinkan hidup maka saya punya kesempatan untuk memberitakan kabar baik. Saya menyadari bahwa saya menjadi seorang pemenang dalam semua keadaan.

Tuhan ternyata punya rencana besar bagi Herb. Tahun 91 Herb bertemu dengan pendeta Bruce Sanumber. Bruce mengundang Herb untuk bergabung dalam kelompok peduli AIDS di gerejanya. Kelompok ini mulai bekerja dari melayani penderita AIDS di California lalu kemudian berkembang menjadi pelayanan internasional yang bernama “DIA MENGHENDAKI KEMENANGAN”. Sebagai anggota pelayanan ini, Herb Hall memberitakan pengalaman hidupnya dan menguatkan para penderita AIDS di seluruh dunia. Saat ini pelayanan ini telah mempunyai cabang bahkan sampai Malaysia, Thailand, Singapura hingga Vietnam.

Saya juga baru berkunjung ke Australia, Afrika, Inggris dan kepulauan Utara untuk menguatkan banyak orang. Bagi saya ini merupakan hal yang luar biasa. Tuhan dapat memakai saya, orang yang penuh kegagalan dengan masa lalu yang kelam untuk menjadi kesaksian bagi banyak orang betapa Tuhan mengasihi mereka.

Oleh karena engkau berharga di mata-Ku dan mulia, dan Aku ini mengasihi engkau, maka Aku memberikan manusia sebagai gantimu, dan bangsa-bangsa sebagai ganti nyawamu. (Yesaya 43:4) “Terlalu sedikit bagimu hanya untuk menjadi hamba-Ku, untuk menegakkan suku-suku Yakub dan untuk mengembalikan orang-orang Israel yang masih terpelihara. Tetapi Aku akan membuat engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa supaya keselamatan yang dari pada-Ku sampai ke ujung bumi.”(Yesaya 49:6)

Sumber Kesaksian:
Herb Hall (jawaban.com)

Bertahan Bersama Sauh yang Kuat

Posted: 20 Aug 2012 12:14 AM PDT

Rumah, satu tempat yang aman dan perlindungan yang nyaman. Hal inilah yang diharapkan dan dirasakan oleh Andrea Roberts dan putranya Kevin saat mereka pindah ke rumah baru mereka di Richmond, Virginia bulan Juli 1996. Namun hanya dalam beberapa hari rasa aman itu harus terguncang oleh kekerasan.

Saya baru pindah sekitar 4 hari dan ketika sedang membersihkan rumah, bel pintu depan berbunyi. Saya bertanya : “Apa yang bisa saya bantu?”, dan pria itu berkata : “Saya bekerja di lingkungan ini, mungkin anda tertarik jika saya membereskan halaman anda”. Saat itu perasaan saya mengatakan untuk menjawab “tidak’. Tetapi pria ini memaksa dan mengatakan bahwa dia sudah bekerja sekian lama di wilayah tersebut. Akhirnya saya katakan dia boleh bekerja dengan upah 10 dollar. Pria tersebut setuju dan mulai membereskan daun-daunan serta membersihkan halaman.

Pada siang harinya, saya masih tinggal di rumah dan tengah membersihkan rumah ketika bel kembali berbunyi, yang menekan ternyata pria tadi. Ia berkata : “Anda sudah meminta saya membereskan halaman anda”. Saya katakan saat itu bahwa suami saya yang akan membereskan sisa pekerjaan lainnya. Semua itu saya katakan hanya sebagai alasan baginya. Pria itu mengatakan jika saya tertarik untuk mempekerjakan dia kembali maka dia akan datang, pria ini meninggalkan nama dan telepon yang bisa dihubungi. Kemudian pria ini pergi untuk kedua kalinya.

Setelah pria tersebut pergi, Andrea mengalami pengalaman yang tidak terlupakan.
Saya sedang bekerja dengan komputer, dan ada suara kecil dalam diri saya : “Andrea kunci pintumu!”. Saya merasakan begitu jelas, begitu kuat. Saya masih mengetik dan saya berkata dalam hati bahwa saya dalam keadaan baik-baik saja. Saat itu putra saya tengah bermain di luar rumah. Saya melanjutkan mengetik dan suara kecil itu semakin kuat : “Andrea, kau sangat perlu untuk mengunci pintumu!”. Saya berhenti mengetik dan melihat ke sekeliling. Kembali saya merasa baik-baik saja. Saya membiarkan pintu tidak terkunci dan kami belum lama tinggal disana. Saya tidak ingin mengunci pintu sementara putra saya berada diluar rumah.

Bel berbunyi kembali, Andrea keluar dan akan membuka pintu.
Kali ini saya pergi kedepan dengan perasaan ragu. Saya membuka pintu dan sepertinya badan saya bersiap menghadapi sesuatu. Ternyata pria yang tadi siang dan ia mendorong masuk. Saya berkata bahwa saya tidak mempunyai uang. Ia lalu memukul saya melalui kaca di pintu, membuat saya terluka dan akibatnya darah berceceran dimana-mana. Ia merenggut rambut saya, menjambak, menarik dan kemudian memperkosa saya.

Saat dimana Andrea merasa bahwa ia akan mati, putranya Kevin yang tengah bermain basket di seberang jalan mendengar anjing tetangga menggonggong. Selama 4-5 hari terakhir saat Kevin ada disana dan ketika Andrea memindahkan dan membersihkan barang-barang, anjing tetangga tersebut tidak pernah mengganggu atau menggonggong.

Saat itu putra saya, Kevin mempunyai firasat buruk dan berlari ke rumah dengan perasaan takut yang luar biasa. Ketika Kevin menggedor pintu, pria pemerkosa berkata : “Oh itu anakmu, buka pintunya!”. Ia mendorong saya dan mencoba menangkap putra saya. Saat itulah saya mendapat kekuatan entah darimana, namun saya percaya kekuatan itu datang dari Tuhan, saya hanya berteriak : “Kevin lari!”. Hal itu ternyata menghentikan perbuatannya, pria ini berlari melewati putra saya.

Setelah satu minggu pencarian akhirnya polisi berhasil menangkap pria yang memperkosa Andrea. Pria ini dijatuhi hukuman penjara selama 25 tahun. Seperti wanita yang lain, Andrea berpikir ia dapat melanjutkan hidupnya secara normal. Tetapi sesungguhnya Andrea justru baru memulai pergumulan yang berat. Andrea tidak hanya menderita secara fisik, ia juga menghadapi peperangan pikiran dan perasaan yang tidak dapat disembuhkan secara medis. Sesungguhnya ia lebih terluka secara psikologis.

Saya hanya ingin memastikan bahwa saya aman. Saya menjadi sangat sensitif terhadap setiap gerakan. Saya tidak bisa tidur dan saya dalam kondisi stress dari apa yang saya bisa bayangkan. Saat itu saya menjadi sangat sakit, tekanan darah saya sangat tinggi. Ketika melalui masa itu, saya merasakan perasaan tertuduh yang dilemparkan oleh masyarakat.

Ketika orang mengetahui bahwa anda mengalami perkosaan, anda akan bertanya apa yang mereka pikirkan tentang anda. Bagaimana mereka memandang anda dan hal itu semakin menjadi beban untuk mereka yang menjadi korban. Karena anda tahu apa yang sebagian orang pikirkan, walau tidak semua orang. Mayoritas orang berpikir bahwa perkosaan adalah melulu mengenai seks padahal tidaklah demikian.

Namun ditengah pergumulan tersebut, Andrea memiliki sauh yang kuat.
Seseorang yang tidak memiliki Kristus dalam hidupnya akan menghadapi pergumulan itu dengan kekuatan sendiri dan seolah tidak akan pernah mampu melewatinya. Saya bisa berkata demikian karena jika saya bangkit untuk apa dan tujuannya apa?. Saya percaya hanya karena saya memiliki Kristus dalam hidup ini maka Ia menyatakan bahwa saya memiliki tujuan hidup dan hal ini yang menjadi faktor utama yang membangkitkan saya.

Kejadian ini menjadi kesaksian bagi mantan suaminya yang telah berpisah.
Sekalipun Andrea dan saya telah lama berpisah, namun ia tetap menjadi orang yang memberi dorongan. Saya melihatnya di rumah sakit bagaimana ia menanggung hal ini walau ia mengalami trauma yang berat. Bahkan saya melihat petugas reserse juga merasa kagum pada realita bahwa Andrea bisa bekerjasama mengungkap kasus ini. Saya melihat bagaimana ia dengan cepat mengalami pemulihan. Dan saya tahu bahwa satu-satunya penjelasan tentang pemulihan itu adalah karena hubungan pribadinya dengan Kristus.

Dengan Kristus sebagai pusat hidupnya, Andrea telah membagikan kesaksian hidupnya. Ia menerima tawaran mengisi koran lokal untuk menjangkau para korban perkosaan dan hubungan insest. Andrea juga menjadi tamu pada Oprah Winfrey Show yang membahas topik “Bagaimana mengenali datangnya kejahatan”. Bahkan Andrea kini pergi ke seluruh negara bagian untuk membagikan harapan dalam Yesus bagi para korban perkosaan. Dia juga telah menyelesaikan bukunya berjudul “Dilahirkan Untuk Hidup, Rencana Tuhan Untuk Hidup Anda”

Banyak alasan mengapa Tuhan mengijinkan hal buruk terjadi, tetapi Dia memiliki satu alasan untuk mengijinkan saya hidup. Saya percaya bahwa saya adalah suatu kesaksian yang hidup, suatu bejana yang hidup untuk membawa banyak wanita keluar dari tekanan yang mereka alami akibat korban kekerasan seksual. Dan saya pikir itulah yang menjadi satu tujuan melebihi alasan yang lain.

Allah, yang telah mengadakan pembalasan bagiku, yang telah menaklukkan bangsa-bangsa ke bawah kuasaku, yang telah meluputkan aku dari pada musuhku. Bahkan, Engkau telah meninggikan aku mengatasi mereka yang bangkit melawan aku; Engkau telah melepaskan aku dari orang yang melakukan kelaliman. Sebab itu aku mau menyanyikan syukur bagi-Mu di antara bangsa-bangsa, ya TUHAN, dan aku mau menyanyikan mazmur bagi nama-Mu. (Mazmur 18:48-50)

Sumber Kesaksian:
Andrea Roberts (jawaban.com)

No comments:

Post a Comment

SELAMAT DATANG DI BLOG DOA , BUDAYAKAN BERDOA SETIAP MELAKUKAN AKTIFITAS DAN DAPATKAN INFO DOA2 AKTIFITAS